Keluarga adalah
kumpulan anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah,
adopsi atau perkawinan. (WHO, 1969 [seperti] dikutip oleh Sulistyo, 2012).
Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan
oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan
mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental,
emosional dan sosial dari tiap
anggotanya. (Duvall, 1976 [seperti] dikutip oleh Sulistyo, 2012).
Keluarga adalah sebuah sistem sosial dan kumpulan
dari beberapa komponen yang saling berinteraksi satu dengan lainnya. (Logan’s, 1979
[seperti] dikutip oleh Sulistyo, 2012).
Dari beberapa definisi di atas keluarga adalah
sistem,Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu,
terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Untuk
menciptakan masyarakat yang sehat dibutuhkan peran keluarga yang mempunyai
anggota keluarga yang sehat pula. Baik sehat bio psiko sosio dan spiritual. Sangatlah
tepat jika keluarga merupakan titik sentral dalam pelayanan kesehatan.
Tujuan dasar
pembentukan keluarga adalah : 1) Keluarga merupakan unit dasar yang memiliki
pengaruh kuat terhadap perkembangan individu, 2) Keluarga sebagai perantara
bagi kebutuhan dan harapan anggota keluarga dengan kebutuhan dan tuntutan
masyarakat, 3) Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan anggota
keluarga dengan menstabilkan kebutuhan kasih saying, sosio – ekonomi dan
kebutuhan seksual, 4) Keluarga memiliki pengaruh yang penting terhadap
pembentukan identitas seorang individu dan perasaan harga diri (Sulistyo, 2012).
Alasan mendasar mengapa keluarga menjadi fokus
sentral dalam perawatan :
1. Dalam
sebuah unit keluarga, disfungsi apa saja (penyakit, cidera, perpisahan) yang
mempengaruhi satu atau lebih keluarga, dan dalam hal tertentu, sering akan
mempengaruhi anggota keluarga yang lain, dan unit ini secara keseluruhan;
2. Ada
hubungan yang kuat dan signifikan antara keluarga dan status kesehatan para
anggotanya;
3. Melalui
keperawatan kesehatan keluarga yang berfokus pada peningkatan, peraatan diri (selft care), pendidikan kesehatan, dan
konseling keluarga, serta upaya – upaya yang berarti dapat mengurangi resiko
yang diciptakan oleh pola hidup keluarga dan bahaya dari lingkungan;
4. Adanya
masalah – masalah kesehatan pada salah satu anggota keluarga dapat menyebabkan
ditemukannya faktor – faktor resiko pada anggota keluarga yang lain;
5. Tingkat
pemahaman dan berfungsinya seorang individu tidak lepas dari andil sebuah
keluarga;
6. Keluarga
merupakan system pendukung yang sangat vital bagi kebutuhan – kebutuhan
individu. (Sulistyo, 2012).
Keperawatan kesehatan
keluarga adalah tingkat perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan pada
keluarga sebagai unit atau kesatuan yang dirawat, dengan sehat sebagai tujuan
melalui peraatan sebagai sarana / penyalur (Bailon, Maglaya, 1978 [seperti]
dikutip oleh Sulistyo 2012). Tujuan keperawatan kesehatan keluarga adalah untuk
meningkatkan kemampuan keluarga dalam memelihara kesehatan sehingga dapat
meningkatkan status kesehatan keluarganya. (Sulistyo, 2012).
Perawatan kesehatan
keluarga adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan pada keluarga sebagai unit
pelayanan untuk mewujudkan anggota keluarga yang sehat baik secara bio psiko
sosio dan spiritual.
Peranan yang dilakukan
oleh perawat antara lain adalah :
1. Memberikan
asuhan keperawatan pada anggota keluarga yang sakit;
2. Mengenalkan
masalah dan kebutuhan kesehatan keluarga;
3. Koordinator
pelayanan kesehatan dan keperawatan kesehatan keluarga;
4. Fasilisator,
yaitu menjadikan pelayanan kesehatan mudah dijangkau dan perawat dengan mudah
dapat menampung permasalahan yang dihadapi keluarga dan mampu membantu mencarikan
jalan pemecahannya;
5. Pendidik
kesehatan, perawat dapat berperan sebagai pendidik untuk mengubah perilaku
keluarga yang tidak sehat menjadi sehat / menjadi lebih sehat;
6. Penyuluhan
dan konsultan, perawat dapat berperan dalam memberikan petunjuk asuhan keperawatan
dasar terhadap keluarga di samping menjadi penasehat dalam mengatasi masalah –
masalah kesehatan keluarga. (Sulistyo, 2012)
Salah satu pengkajian data dalam proses
keperawatan keluarga salah satunya wawancara, dengan wawancara perawat bisa
berinteraksi langsung kepada anggota keluarga, membuka kesempatan bagi anggota
keluarga untuk mengemukakan persepsinya. Dengan metode wawancara ini sangat
efektif dalam proses keperaatan keluarga.
“… sangat diperlukan sekali dalam proses
wawancara bisa mewawancarai seluruh anggota keluarga. Hal ini meminimalkan
distorsi informasi, daan bisa memberikan kesempatan kepada setiap orang atau
anggota keluarga untuk mengemukakan persepsinya dan memberikan kesempatan
kepada perawat untuk melihat interaksi di antara para anggota keluarga”.
(Holman, 1983 [seperti] dikutip oleh Sulistyo 2012)
Menentukan
etiologi atau faktor – faktor yang berhubungan dapat mengacu pada Buku Nursing
Diagnosis (NANDA), (Carpenito, 1995). Secara umum faktor – faktor yang
berhubungan meliputi Patofisiologis, Situasional, Maturasional dan tindakan
yang berhubungan. Secara khusus, faktor – faktor yang berhubungan pada masalah
keperawatan keluarga adalah :
1. Kesalahan
interpretasi komunikasi
2. Kurangnya
informasi yang didapatkan
3. Tidak
adekuatnya penyuluhan kesehatan
4. Kurangnya
motivasi
5. Sikap
keluarga yang salah atau kurang mendukung
6. Kurang
tersedianya fasilitas yang dimiliki keluarga
7. Kurangnya
atau tidak adanya system pendukung dalam keluarga
8. Kurangnya
atau tidak adanya dukungan finansial dari keluarga
9. Kurangnya
keterampilan keluarga
10. Ketidakharmonisan
hubungan dalam keluarga
11. Kurangnya
atau tidak adanya pengaturan peran dalam keluarga
12. Konflik
pengambilan keputusan
13. Kompleksitas
aturan terapeutik yang harus dijalankan
14. Kurangnya
kemampuan keluarga memilih alternatif – alternatif jalan keluar
15. Dan
lain – lain.
Tahap pelaksanaan
intervensi ini diawali dengan penyelesaian perencanaan perawatan. Implementasi
dapat dilakukan oleh banyak orang; klien (individu atau keluarga), perawat, dan
anggota tim perawatan kesehatan yang lain, keluarga luas dan orang – orang lain
dalam jaringan kerja sosial keluarga. Tugas
perawat dalam perkembangan keluarga adalah membantu keluarga dalam rangka
meraih kesehatan dari anggota keluarga, memberikan penyuluhan terkait informasi
kesehatan yang harus dilaksanakan oleh setiap keluarga agar tercapai masyarakat
yang sehat, memberikan peluang untuk merujuk ke tenaga yang lebih ahli dalam
menangani setiap permasalahan yang tidak bisa diselesaikan oleh keluarga dan
perawat itu sendiri. Yang kedua yang merupakan tugas perawat dalam perkembangan
keluarga antaranya adalah masalah sosial budaya yang meliputi masalah
finansial. Membantu keluarga mencari informasi dalam pembiayaan kesehatan,
memberikan penjelasan tentang tatanan pelayanan kesehatan dan juga konsekuensi
biaya, memberikan penyuluhan cara – cara mengurangi pembiayaan.
Intervensi keperawatan
keluarga berdasarkan jenis masalah :
1. Masalah
tugas perkembangan keluarga
a. Perawat
membantu keluarga mencapai dan mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan
pertumbuhan pribadi dari anggota keluarga dengan fungsi keluarga yang optimum.
b. Memberi
penyuluhan kepada keluarga tentang tugas – tugas yang harus dijalankan sesuai
dengan perkembangan keluarga.
c. Membantu
keluarga mengantisipasi dan melewati transisi perkembangan dalam keluarga.
d. Rujuk
ke tenaga ahli bila masalah tugas perkembangan keluarga tidak dapat
terselesaikan oleh keluarga dan perawat.
2. Masalah
sosial budaya
a. Masalah
finansial
1. Bantu
keluarga dalam memperoleh informasi tentang sumber – sumber pembiayaan
kesehatan baik swasta maupun pemerintah.
2. Jelaskan
pada keluarga tentang tatanan pelayanan kesehatan dan konsekuensi biayanya agar
keluarga mempunyai pertimbangan untuk mengambil keputusan.
3. Beri
penyuluhan tentang cara – cara mengurangi pembiayaan yang tidak perlu dan cara
mengalokasikan biaya kesehatan keluarga secara aman.
4. Bantu
keluarga untuk melihat situasi keuangan keluarga secara objektif dan pemecahan
masalah kesehatan secara efektif.
5. Rujuk
keluarga ke fasilitas pelayanan kesehatanbyang memadai. (Sulistyo, 2012)
Betapa pentingnya keperawatan keluarga
dalam mencapai dan mempertahankan keseimbangan kebutuhan dalam keluarga untuk
menuju ke masyarakat yang sehat baik dalam bio psiko sosio dan spiritual. Jadi
sangatlah tepat jika keluarga sebagai titik sentral pelayanan keperawatan.
Diyakini bahwa keluarga yang sehat akan mempunyai anggota keluarga yang sehat
dan mewujudkan masyarakat yang sehat pula.
DAFTAR PUSTAKA
Andarmoyo Sulistyo,. (2012). Keperawatan Keluarga (edisi pertama).
Yogyakarta : Graha Ilmu.
http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga.
Diakses tanggal 22 November 2013.
ternyata gak gampang merawat kesehatan keluarga perlu ada yang harus diperhatikan dan ada tahap- tahapnya dan juga adanya keterlibatan keluarga.
BalasHapus