Senin, 22 September 2014

Keperawatan Keluarga




Keluarga adalah kumpulan anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan. (WHO, 1969 [seperti] dikutip oleh Sulistyo, 2012).
Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari  tiap anggotanya. (Duvall, 1976 [seperti] dikutip oleh Sulistyo, 2012).
Keluarga adalah sebuah sistem sosial dan kumpulan dari beberapa komponen yang saling berinteraksi satu dengan lainnya. (Logan’s, 1979 [seperti] dikutip oleh Sulistyo, 2012).
Dari beberapa definisi di atas keluarga adalah sistem,Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Untuk menciptakan masyarakat yang sehat dibutuhkan peran keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang sehat pula. Baik sehat bio psiko sosio dan spiritual. Sangatlah tepat jika keluarga merupakan titik sentral dalam pelayanan kesehatan.
Tujuan dasar pembentukan keluarga adalah : 1) Keluarga merupakan unit dasar yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan individu, 2) Keluarga sebagai perantara bagi kebutuhan dan harapan anggota keluarga dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat, 3) Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan anggota keluarga dengan menstabilkan kebutuhan kasih saying, sosio – ekonomi dan kebutuhan seksual, 4) Keluarga memiliki pengaruh yang penting terhadap pembentukan identitas seorang individu dan perasaan harga diri (Sulistyo, 2012).
Alasan mendasar mengapa keluarga menjadi fokus sentral dalam perawatan :
1.      Dalam sebuah unit keluarga, disfungsi apa saja (penyakit, cidera, perpisahan) yang mempengaruhi satu atau lebih keluarga, dan dalam hal tertentu, sering akan mempengaruhi anggota keluarga yang lain, dan unit ini secara keseluruhan;
2.      Ada hubungan yang kuat dan signifikan antara keluarga dan status kesehatan para anggotanya;
3.      Melalui keperawatan kesehatan keluarga yang berfokus pada peningkatan, peraatan diri (selft care), pendidikan kesehatan, dan konseling keluarga, serta upaya – upaya yang berarti dapat mengurangi resiko yang diciptakan oleh pola hidup keluarga dan bahaya dari lingkungan;
4.      Adanya masalah – masalah kesehatan pada salah satu anggota keluarga dapat menyebabkan ditemukannya faktor – faktor resiko pada anggota keluarga yang lain;
5.      Tingkat pemahaman dan berfungsinya seorang individu tidak lepas dari andil sebuah keluarga;
6.      Keluarga merupakan system pendukung yang sangat vital bagi kebutuhan – kebutuhan individu. (Sulistyo, 2012).
Keperawatan kesehatan keluarga adalah tingkat perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan pada keluarga sebagai unit atau kesatuan yang dirawat, dengan sehat sebagai tujuan melalui peraatan sebagai sarana / penyalur (Bailon, Maglaya, 1978 [seperti] dikutip oleh Sulistyo 2012). Tujuan keperawatan kesehatan keluarga adalah untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memelihara kesehatan sehingga dapat meningkatkan status kesehatan keluarganya. (Sulistyo, 2012).
Perawatan kesehatan keluarga adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan pada keluarga sebagai unit pelayanan untuk mewujudkan anggota keluarga yang sehat baik secara bio psiko sosio dan spiritual.
Peranan yang dilakukan oleh perawat antara lain adalah :
1.      Memberikan asuhan keperawatan pada anggota keluarga yang sakit;
2.      Mengenalkan masalah dan kebutuhan kesehatan keluarga;
3.      Koordinator pelayanan kesehatan dan keperawatan kesehatan keluarga;
4.      Fasilisator, yaitu menjadikan pelayanan kesehatan mudah dijangkau dan perawat dengan mudah dapat menampung permasalahan yang dihadapi keluarga dan mampu membantu mencarikan jalan pemecahannya;
5.      Pendidik kesehatan, perawat dapat berperan sebagai pendidik untuk mengubah perilaku keluarga yang tidak sehat menjadi sehat / menjadi lebih sehat;
6.      Penyuluhan dan konsultan, perawat dapat berperan dalam memberikan petunjuk asuhan keperawatan dasar terhadap keluarga di samping menjadi penasehat dalam mengatasi masalah – masalah kesehatan keluarga. (Sulistyo, 2012)

        Salah satu pengkajian data dalam proses keperawatan keluarga salah satunya wawancara, dengan wawancara perawat bisa berinteraksi langsung kepada anggota keluarga, membuka kesempatan bagi anggota keluarga untuk mengemukakan persepsinya. Dengan metode wawancara ini sangat efektif dalam proses keperaatan keluarga.

 “… sangat diperlukan sekali dalam proses wawancara bisa mewawancarai seluruh anggota keluarga. Hal ini meminimalkan distorsi informasi, daan bisa memberikan kesempatan kepada setiap orang atau anggota keluarga untuk mengemukakan persepsinya dan memberikan kesempatan kepada perawat untuk melihat interaksi di antara para anggota keluarga”. (Holman, 1983 [seperti] dikutip oleh Sulistyo 2012)
Menentukan etiologi atau faktor – faktor yang berhubungan dapat mengacu pada Buku Nursing Diagnosis (NANDA), (Carpenito, 1995). Secara umum faktor – faktor yang berhubungan meliputi Patofisiologis, Situasional, Maturasional dan tindakan yang berhubungan. Secara khusus, faktor – faktor yang berhubungan pada masalah keperawatan keluarga adalah :
1.      Kesalahan interpretasi komunikasi
2.      Kurangnya informasi yang didapatkan
3.      Tidak adekuatnya penyuluhan kesehatan
4.      Kurangnya motivasi
5.      Sikap keluarga yang salah atau kurang mendukung
6.      Kurang tersedianya fasilitas yang dimiliki keluarga
7.      Kurangnya atau tidak adanya system pendukung dalam keluarga
8.      Kurangnya atau tidak adanya dukungan finansial dari keluarga
9.      Kurangnya keterampilan keluarga
10.  Ketidakharmonisan hubungan dalam keluarga
11.  Kurangnya atau tidak adanya pengaturan peran dalam keluarga
12.  Konflik pengambilan keputusan
13.  Kompleksitas aturan terapeutik yang harus dijalankan
14.  Kurangnya kemampuan keluarga memilih alternatif – alternatif jalan keluar
15.  Dan lain – lain.

Tahap pelaksanaan intervensi ini diawali dengan penyelesaian perencanaan perawatan. Implementasi dapat dilakukan oleh banyak orang; klien (individu atau keluarga), perawat, dan anggota tim perawatan kesehatan yang lain, keluarga luas dan orang – orang lain dalam jaringan kerja sosial keluarga.       Tugas perawat dalam perkembangan keluarga adalah membantu keluarga dalam rangka meraih kesehatan dari anggota keluarga, memberikan penyuluhan terkait informasi kesehatan yang harus dilaksanakan oleh setiap keluarga agar tercapai masyarakat yang sehat, memberikan peluang untuk merujuk ke tenaga yang lebih ahli dalam menangani setiap permasalahan yang tidak bisa diselesaikan oleh keluarga dan perawat itu sendiri. Yang kedua yang merupakan tugas perawat dalam perkembangan keluarga antaranya adalah masalah sosial budaya yang meliputi masalah finansial. Membantu keluarga mencari informasi dalam pembiayaan kesehatan, memberikan penjelasan tentang tatanan pelayanan kesehatan dan juga konsekuensi biaya, memberikan penyuluhan cara – cara mengurangi pembiayaan.
Intervensi keperawatan keluarga berdasarkan jenis masalah :
1.      Masalah tugas perkembangan keluarga
a.       Perawat membantu keluarga mencapai dan mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan pertumbuhan pribadi dari anggota keluarga dengan fungsi keluarga yang optimum.
b.      Memberi penyuluhan kepada keluarga tentang tugas – tugas yang harus dijalankan sesuai dengan perkembangan keluarga.
c.       Membantu keluarga mengantisipasi dan melewati transisi perkembangan dalam keluarga.
d.      Rujuk ke tenaga ahli bila masalah tugas perkembangan keluarga tidak dapat terselesaikan oleh keluarga dan perawat.
2.      Masalah sosial budaya
a.       Masalah finansial
1.      Bantu keluarga dalam memperoleh informasi tentang sumber – sumber pembiayaan kesehatan baik swasta maupun pemerintah.
2.      Jelaskan pada keluarga tentang tatanan pelayanan kesehatan dan konsekuensi biayanya agar keluarga mempunyai pertimbangan untuk mengambil keputusan.
3.      Beri penyuluhan tentang cara – cara mengurangi pembiayaan yang tidak perlu dan cara mengalokasikan biaya kesehatan keluarga secara aman.
4.      Bantu keluarga untuk melihat situasi keuangan keluarga secara objektif dan pemecahan masalah kesehatan secara efektif.
5.      Rujuk keluarga ke fasilitas pelayanan kesehatanbyang memadai. (Sulistyo, 2012)

Betapa pentingnya keperawatan keluarga dalam mencapai dan mempertahankan keseimbangan kebutuhan dalam keluarga untuk menuju ke masyarakat yang sehat baik dalam bio psiko sosio dan spiritual. Jadi sangatlah tepat jika keluarga sebagai titik sentral pelayanan keperawatan. Diyakini bahwa keluarga yang sehat akan mempunyai anggota keluarga yang sehat dan mewujudkan masyarakat yang sehat pula.











  

DAFTAR PUSTAKA

Andarmoyo Sulistyo,. (2012). Keperawatan Keluarga (edisi pertama). Yogyakarta : Graha Ilmu.
http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga. Diakses tanggal 22 November 2013.

1 komentar:

  1. ternyata gak gampang merawat kesehatan keluarga perlu ada yang harus diperhatikan dan ada tahap- tahapnya dan juga adanya keterlibatan keluarga.

    BalasHapus