Senin, 17 November 2014

Bentuk Cinta Perawat Terhadap Klien



Kata cinta terlalu sulit untuk didefinisikan, karna cangkupan maknanya yang terlalu luas dan tak terbatas. Cinta berhubungan dengan emosi, bukan dengan intelektual seseorang. Perasaan lebih berperan dalam cinta daripada proses intelektual. Walaupun demikian cinta dapat diartikan sebagai keadaan untuk saling mengerti secara dalam dan menerima sepenuh hati.
Setiap individu, termasuk klien yang dirawat, memerlukan terpenuhinya kebutuhan mencintai dan dicintai. Klien merupakan individu yang berada  dalam kondisi ketidak berdayaan karena sakit yang dialaminya. Pada kondisi ini diperlukan “sentuhan” perawat yang dapat memberikan kedamaian dan kenyamanan. Oleh karena itu, setiap perawat harus memiliki pemahaman yang benar mengenai konsep dalam pemenuhan kebutuhan mencintai dan dicintai.
Ada beberapa konsep yang terkandung dalam makna kebutuhan mencintai dan dicintai yang perlu dipahami oleh setiap perawat, diantaranya adalah :
a.       Cinta adalah dukungan
Konsep ini memberikan makna bagi perawat bahwa klien yang dirawat membutuhkan adanya dukungan terhadap kesembuhannya. Dukungan ini dapat perawat berikan melalui intervensi keperawatan, misalnya dengan memberikan motivasi untuk memberikan semangat hidup klien. Selain dukungan dari perawat, dukungan dari keluarga memiliki andil pengaruh yang paling besar bagi kesembuhan klien. Dan tugas perawat disini adalah sebagai fasilitator yang memfasilitasi klien dengan keluarganya.
b.      Cinta adalah ketulusan
Konsep ini meberikan landasan bagi perawat bahwa perawat harus tulus dan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Ketulusan tersebut dapat perawat wujudkan dengan cara tidak membeda-bedakan dalam hal melayani klien. Setiap klien memiliki hak untuk mendapat asuhan keperawatan yang sama dan baik dari perawat demi proses penyembuhan yang menyeluruh.
c.    Cinta adalah perhatian
Konsep ini selaras dengan hakikat  keperawatan yaitu care. Artinya perawat merupakan profesi  yang memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap manusia. Klien yang dirawat harus mendapatkan asuhan keperawatan yang penuh perhatian. Bentuk perhatian dan kepedulian perawat terhadap klien adalah kehadiran perawat sebagai helper.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar